Rabu, 01 Oktober 2014

KISAH RASULULLAH MENGENTASKAN KEMISKINAN

 
KISAH RASULULAH DALAM
MENGENTASKAN PENGEMIS


Jumlah pengemis di negeri ini semakin
meningkat seiring berjalannya waktu.
Perkembangan pesat itu justru terjadi di kota-
kota besar. Padahal, kota besar seharusnya
menjadi sebuah contoh kemajuan.

Setelah ditilik, ternyata pengemis sudah menjadi profesi. Bahkan sudah terstruktur dengan rapi dan menjadi bisnis terselubung yang amat menggiurkan.

Lantas, bagaimana langkah yang dilakukan oleh
Rasulullah Saw dalam mengentaskan fenomena
ini? Apakah di zaman beliau sudah ada
pengemis?
Tersebutlah seorang pengemis dari kalangan
anshar, penduduk Madinah. Ia mendatangi
Rasulullah Saw untuk meminta-minta. Beliau
yang mulia, tak langsung memberi. Bertanyalah
beliau kepada pengemis itu, “Apakah kau
memiliki sesuatu di rumahmu?”
Dijawab oleh pengemis itu, “Ada, ya Rasulullah.
Aku memiliki pakaian dan sebuah cangkir.”
Rasul pun memintanya untuk membawa barang
yang disebutkan. Sesampainya pengemis dari
rumahnya, Rasul mengumpulkan para sahabat.
“Adakah diantara kalian yang ingin membeli
ini?” Tanya Rasulullah Saw sembari
menunjukkan pakaian dan cangkir milik
pengemis.

Segera, ada sahutan dari salah seorang sahabat
beliau, “Aku sanggup membelinya seharga satu
dirham.” Sang Nabi melanjutkan, “Adakah yang
ingin membayar lebih?” Ternyata, Rasulullah
melelang dua harta milik pengemis itu.
Dijawablah oleh sahabat lain, “Aku mau
membelinya seharga dua dirham, ya Nabiyullah.”

Maka sahabat inilah yang berhak memiliki
pakaian dan cangkir milik pengemis.
Rasululah pun memberikan hasil penjualan
kepada pengemis sembari berpesan. Kata Nabi,
belilah kebutuhan untuk keluargamu dengan
uang ini. Sebagiannya yang lain untuk membeli
kapak. Rasul juga memerintahkan pengemis itu
kembali kepada beliau setelah membeli kapak.
Setelah menyerahkan makanan kepada anak dan istrinya, pengemis itu menemui Rasulullah
sambil membawa kapak, sesuai yang
diperintahkan. Nabi bersabda, “Carilah kayu
sebanyak mungkin dan juallah.”

Dua pekan kemudian, sosok yang mulanya
berprofesi sebagai pengemis itu mendatangi
Sang Nabi. Dari hasil mencari kayu, ia memiiki
uang sebanyak 10 dirham.

Rasul pun bersabda, “Hal ini lebih baik bagimu.
Karena meminta-minta hanya membuat noda di
wajahmu, kelak di akhirat.”
Beliau menjelaskan, tak layak menjadi peminta-
minta kecuali bagi tiga orang. Pertama , fakir
miskin yang benar-benar tidak memiliki sesuatu. Kedua, orang yang memiliki hutang dan tidak
bisa membayarnya. Ketiga , orang yang
berpenyakit sehingga tak mampu berusaha.

Demikianlah cara Rasulullah Saw dalam
mengentaskan pengemis. Beliau tidak memberi
ikan, melainkan kail. Jika hanya diberi ikan,
maka ia akan habis dalam hitungan waktu.
Namun, ketika kail yang diberikan, orang itu
bisa mencari sebanyak mungkin ikan untuk
dimanfaatkan.

7 MANFAAT AIR ZAM-ZAM

7 MANFAAT AIR ZAMZAM

Dari Ibnu Abbas RA, bahwasannya Nabi Muhammad SAW, bersabda tentang air zam-zam yang artinya sebagai berikut :
"Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam-zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit." (HR: Muslim).

Kehadiran air zam zam tidak terlepas dari keajaiban yang dipertontonkan oleh Allah SWT, sebagai mukjizat kepada umat manusia melalui Nabi Ismail dan Ibunya Siti Hajjar,
dan banyak sekali keistimewaannya, bahwa Allah memang bermaksud menyediakan sumber air ditengah-tengah gunung batu dan padang pasir yang gersang,
hal ini sebagai konsekwensi atas perintahnya kepada Nabi Ibrahim AS, guna mengundang sebanyak-banyaknya umat manusia ke Baitullah.

Keistimewaan :

1. Meminum Air zam zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah.

2. Diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas, Aku pernah menyiapkan air zam zam untuk Rasulullah.
kemudian beliau meminumnya sambil berdiri.

3. Makruh hukumnya apabila dipergunakan untuk mencucu najis, atau dipakai untuk membersihkan hadast besar.

4. Disunahkan membawa air zamzam pulang ke negerinya bagi jamaah (penunai rukun Islam ke lima)
yang memang berasal dari luar Negara Arab. Dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah.

5. Mata Airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari
terutama pada musim ibadah haji. Bahkan sekarang dengan peralatan canggih, orang yang di Masjid Nabawi (Madinah) yg berjarak 450 Km dari Mekah meminum air zam zam setiap saat.

6. Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa'I, beliau meminum air zam zam sampai kenyang,
kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam.

7. Banyak orang mengguyur dan membasahi kain (baju) ihram, kemudian direntang tanpa diperas agar kering sendiri, dan akan dipakai sebagai 'Kafan' ( pembungkus mayat) kalau meninggal nanti.

Kisah Mengharukan Di Pengadilan Saudi

 
Kisah Mengharukan Di Pengadilan Saudi

Di salah satu pengadilan Qasim, Saudi Arabia berdiri Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya!
Kenapa?
Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!! Tentang apakah perseteruannya dengan
saudaranya?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan?? Bukan karena itu semua!!

Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta dan bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput.

Seumur hidupnya, beliau tinggal dengan Hizan yang selama ini menjaganya. Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yang tinggal di kota lain, untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa.

Namun Hizan menaolak dengan alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. Perseteruan ini tidak berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan.

Sidang demi sidang dilalui, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis. Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 kg.

Sang Hakim bertanya kepadanya, siapa yang lebih berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun
mnjawab , sambil menunjuk ke Hizan, “Ini mata kananku!” kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, “Ini mata kiriku!! Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan, berdasarkan kemaslahatan bagi si ibu.

Betapa mulia air mata yang dikucurkan oleh Hizan. Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya.
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yang diperebutkan oleh anak2nya hingga seperti ini.

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak2nya.
Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti kepada orang tua, dimana durhaka sudah menjadi budaya.

Subhanallah... Semoga kita senantiasa dapat berbakti kepada orang tua kita, khususnya ibu... Aamiin...

Selasa, 23 September 2014

Ghuroba Generations / Ciri

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

CIRI-CIRI TEMAN YANG SHOLIH DAN MANFAAT BERGAUL DENGANNYA

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim). (*)

FAEDAH ILMIYAH DARI HADITS INI:
1. Hadits ini menunjukkan Wajibnya Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek. 2. Teman yang Baik memiliki ciri-ciri dan sifat. Diantaranya: » Selalu berupaya mengajakmu kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan. » Mengajarkan kpdamu ilmu yang bermanfaat. » Selalu jujur dalam perkataan dan perbuatannya. » Mengingatkanmu akan nikmat2 Allah agar engkau mensyukurinya. » Ibnul Qoyyim berkata: “Bergaul dengan orang sholih itu dapat menghalangimu dari enam perkara (dan membawamu) kepada enam perkara lainnya, yaitu:
(1) Dari keragu-raguan kepada keyakinan.
(2) Dari riya’ (suka pamer dan ingin dipuji) kepada ikhlas (karena Allah semata).
(3) Dari kelalaian kepada dzikrullah (selalu ingat kepada Allah).
(4) Dari sikap tamak terhadap dunia kepada semangat mengejar kehidupan akhirat.
(5) Dari kesombongan kepada sikap tawadhu’ (rendah diri).
(6) Dari niat yang buruk kepada nasehat (yang baik).

 » Ibnu Qudamah berkata: “Secara garis besar, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut:
(1) Orang yang berakal.
(2) Memiliki akhlak yang baik.
(3) Bukan orang fasik (pecandu dosa dan maksiat).
(4) Bukan ahli bid’ah.
(5) Dan bukan orang yang rakus terhadap dunia.”.

(Mukhtashor Minhajul Qashidin II/36) Semoga Allah menganugerahkan kepada kita teman sholih yang bermanfaat di dunia dan akhirat. ✏ Oleh Ustadz Muhammad Wasitho, MA, حفظه الله تعالى --- ♻ WAGroup Madinatulquran Have a barokallah day

Ghuroba Generation / Ternyata

 


Ternyata Terbukti Ada Kehidupan Setelah Kematian Yang Mampu Dibuktikan Secara Ilmiah
            
          Kematian telah menjadi misteri bagi dunia medis sejak zaman dulu. Bahkan, berbagai jurnal dan penelitian medis terus berupaya mengungkap rahasia di balik sakaratul maut. Dalam jurnal dan penelitian itu, sakaratul maut dianggap sebagai halusinasi dari orang yang akan meninggal. Namun baru-baru ini seoang ilmuwan Jerman, Berthold Ackermann berhasil mengungkapkan pengalaman menjelang kematian itu adalah hal yang nyata, dan menjadi bukti keberadaan akhirat dan sebagai bentuk dualisme antara pikiran dan tubuh.
Sebuah tim psikolog yang dipimpin Ackermann dari Technische Universität di Berlin mengumumkan mereka telah membuktikan melalui eksperimen secara klinis, adanya beberapa bentuk kehidupan setelah kematian.

           Pengumuman mengejutkan ini didasarkan pada kesimpulan dari penelitian tipe baru tentang pengalaman mendekati kematian yang diawasi secara medis. Dalam penelitian menggunakan metode canggih tersebut, pasien secara klinis 'dimatikan' selama hampir 20 menit sebelum dihidupkan lagi. Penelitian dan penemuan kontroversial ini telah diulang terhadap 944 sukarelawan selama empat tahun terakhir. Dalam proses mematikan dan menghidupkan kembali pasien untuk mencari tahu pengalaman mendekati kematian, tim membutuhkan campuran rumit obat-obatan termasuk epinefrin dan dimethyltryptamine.

          Campuran obat-obatan rumit itu memungkinkan tubuh untuk bertahan saat mati dan proses penghidupan kembali tanpa merusak bagian-bagian tubuh. Proses itu juga melibatkan alat canggih bernama AutoPulse. Alat ini sudah digunakan dalam beberapa tahun terakhir untuk menghidupkan kembali orang mati antara 40 menit hingga satu jam sebelumnya. Tim kemudian memonitor dan menyusun testimoni dari para pasien selama sakaratul maut, mati dan hidup kembali.

          Meskipun bervariasi, namun pasien memiliki memori yang hampir mirip satu sama lain ketika mereka dalam keadaan sakaratul maut, mati dan hidup kembali. Para pasien mengatakan mereka merasa terpisah dari tubuhnya, kemudian memiliki perasaan melayang dan tenang, nyaman dan penuh kehangatan. Mereka juga merasa terputus dari dunia nyata dan melihat cahaya yang luar biasa terang. 
           Tim yang dipimpin Ackermann menyadari penemuan mereka ini sangat mengejutkan semua orang, termasuk beberapa dari kalangan agamis yang selama ini menggambarkan sakaratul maut. Dan kematian yang ternyata berbeda dari apa yang digambarkan para pasien. Para relawan adalah orang-orang yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda, mulai dari Kristen, Islam, Yahudi, Hindu dan atheis.

Sponsored By : http://infosehat.in/khasiat-dan-manfaat-buah-kiwi/

Ghuroba Generations / 6 hal

 
 
 
~ Enam Hal Yang Akan Di Cari Syurga ~

Barang siapa mengumpulkan enam pengetahuan maka surga akan mengejarnya dan sebaliknya neraka akan lari darinya.

- Pertama, mengetahui ALLAH dan kemudian mentaati-Nya.

- Kedua, mengetahui syetan dan kemudian menolak bujukannya.

- Ketiga, mengetahui akhirat dan kemudian mencarinya.

- Keempat, mengetahui dunia dan menolak tipuannya.

- Kelima, mengetahui haq (kebenaran) dan kemudian mengikutinya.

- Keenam, mengetahui kebathilan dan kemudian menjauhinya.

(Ali bin Abi Thalib)

Ya ALLAH.. masukkan kami ke dalam Surga-MU dan Jauhkanlah kami dari Siksa Api Neraka..

Aamiin Ya Robbal'alamin...